Pertumbuhan Tiga Jenis Pohon Lokal untuk Dikembangkan Pada HTI-Pulp Lahan Gambut yang Dikeringkan di Pelalawan, Riau

Source: Download PDF

Produktivitas jenis pohon eksotik yang dikembangkan di HTI-pulp di Indoneisa terus menurun. Sementara itu, beberapa jenis pohon lokal mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai tanaman HTI-pulp. Akan tetapi, informasi mengenai performa jenis pohon lokal tersebut belum tersedia dengan memadai jika secara khsusus akan dikembangkan di HTI-pulp. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi performa (kemampuan hidup, pertumbuhan dan hasil) tiga jenis pohon lokal lahan gambut [mahang (Macaranga pruinosa), skubung (Macaranga gigantea) dan geronggang (Cratoxylum arborescens)] yang berpotensi untuk dikembangkan di HTI-Pulp. Sebuah plot penelitian dibangun di lahan gambut yang dikeringkan di Pelalawan, Riau; dengan menanam ketiga pohon lokal tersebut dan ditambah jenis eksotik krasikarpa. Pengamatan dan analisis data dilakukan terhadap variabel kemampuan hidup, pertumbuhan, dan hasil dalam kaitannya untuk bahan baku pulp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa geronggang (persen hidup 80%) dan mahang (persen hidup 65,6%) memiliki kemampuan hidup yang baik sampai pada umur 5,5 tahun dan secara nyata (p<0,05) lebih baik dibandingkan krasikarpa (persen hidup 22,4%). Pertumbuhan dan hasil kedua jenis ini pun sampai pada umur yang sama relatif baik, dengan riap tinggi 1,96 dan 2,31 m/tahun, diameter 2,08 dan 2,59 cm/tahun dan hasil 13,1 dan 21,4 m3/ha/tahun. Akan tetapi, pertumbuhan dan hasil tersebut secara signifikan (p<0,05) masih lebih rendah dibandingkan pada krasikarpa, diduga karena adanya perbedaan kualitas bibit. Hal ini mengindikasikan bahwa mahang dan geronggang merupakan kandidat kuat untuk dikembangkan pada HTI-pulp di lahan gambut. Namun, untuk sampai pada tahap pengembangan, program pemuliaan terhadap kedua jenis pohon lokal tersebut harus dilakukan.

Authors: Junaedi, A.;

PublicationYear: 2018

PARTNERS

Founding member states
Republic of Indonesia Republic of the Congo Democratic Republic of the Congo Republic of Peru
Coordinating partners
Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia CIFOR UN Environment FAO

CONNECT